Tampilkan postingan dengan label Controversy. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Controversy. Tampilkan semua postingan

Jumat, 30 September 2011

Misteri Dibalik Cover Abbey Road

Tahun 1969, the beatles ngebuat sebuah album yang sebetulnya direkam dari tahun 1966. Album ini namanya Abbey Road. dan disebut sebagai salah satu album terbaik the beatles. Tiba-tiba terdengar kabar kalau salah satu personel the beatles yang bernama Paul McCartney udah meninggal dunia. Teori konspirasi ini dimulai saat seorang penelpon radio namanya "tom" nelepon ke sebuah stasiun radio dan mengumumkan kalo Paul McCartney udah meninggal, dan meminta untuk memutar lagu "revolution no 9" diputar secara terbalik. Kemudian stasiun radio itu mengaku mendengar sebuah kalimat "turn me on, dead man".

untuk "abbey" sendiri setelah saya cari artinya dalam bahasa syriac artinya "ayah" dan dalam artian umumnya adalah "pengatur jalan / urusan spiritual". dan dalam arti english kuno nya artinya adalah convent atau sebuah perkumpulan keagamaan "biara".


Sumber: http://real-mistery.blogspot.com/2010/02/misteri-dibalik-cover-album-beatles.html


menurut rumor yang beredar di fans beatles, pakaian yang mereka kenakan merupakan petunjuk. Dimulai dari pakaian jhon lenon yang serba putih menandakan sebagai Tuhan, berikutnya adalah Ringo Star yang mengenakan setelan jas hitam rapih dan bersepatu mengkilap yang mengarikan sebagai pendeta. Ketiga, paul mcCartney memakai jas namun tidak bersepatu, jasnya pun tidak rapih. Dalam budaya inggris orang meninggal memang dimakamkan dengan jas rapih dan tidak bersepatu. Sedangkan yang terakhir adalah Goerge, dengan pakaian paling casual hanya dengan jeans dan baju yang tidak resmi, mengartikan sebagai penggali kuburan.

Selain itu kalau diperhatikan ada mobil yang ditengah jalan dibelakang sana, arahnya lurus dengan posisi Paul McCartney yang sering disebut sebagai cara kematian Paul. Di mobil sebelah kiri yang berwarna putih ada plat nomer 28 (saat itu paul memang sedang berumur 28 tahun). Di sebelah kanan, ada mobil hitam. Itu dalam budaya inggris merupakan mobil jenazah.

Dan rumor ini merebak hingga ke seluruh dunia dan orang percaya dengan rumor aneh ini. Sehingga banyak yang bertanya-tanya, entah betul entah tidak masih menjadi misteri. Karena sampai sekarang keterangan resmi yang ada adalah kover album ini hanya dibuatan secara mendadak dan dilakukan di depan apple recording secara mendadak  juga.
apple rec adalah perusahaan rekaman milik the beatles

Terompet Malaikat Israfil Ditemukan

“Sebelum kiamat datang, apa yang sekarang di lakukan oleh malaikat Isrofil?” Mungkin yang ada di benak kita malaikat Isrofil itu seperti sesosok seniman yang asyik mengelap terompet kecilnya sebelum tampil diatas panggung. Sebenarnya seperti apa sih terompetnya atau yang biasa juga dikenal dengan sangkakala malaikat Isrofil itu?
Sekitar enam tahun silam sekelompok ilmuwan yang dipimpin oleh Prof. Frank Steiner dari Universitas Ulm, Jerman melakukan observasi terhadap alam semesta untuk menemukan bentuk sebenarnya dari alam semesta raya ini sebab prediksi yang umum selama ini mengatakan bahwa alam semesta berbentuk bulat bundar atau prediksi lain menyebutkan bentuknya datar saja.
Menggunakan sebuah peralatan canggih milik NASA yang bernama “Wilkinson Microwave Anisotropy Prob” (WMAP), mereka mendapatkan sebuah kesimpulan yang sangat mencengangkan karena menurut hasil penelitian tersebut alam semesta ini ternyata berbentuk seperti terompet.
Di mana pada bagian ujung belakang terompet (alam semesta) merupakan alam semesta yang tidak bisa diamati (unobservable), sedang bagian depan, di mana bumi dan seluruh sistem tata surya berada merupakan alam semesta yang masih mungkin untuk diamati (observable).
Lihat gambar bentuk alam semesta dibawah ini:
Bentuk Alam Semesta
Di dalam kitab Tanbihul Ghofilin Jilid 1 hal. 60 ada sebuah hadits panjang yang menceritakan tentang kejadian kiamat yang pada bagian awalnya sangat menarik untuk dicermati.
Dari Abu Hurairah ra, Rasulullah SAW bersabda :
“Ketika Allah telah selesai menjadikan langit dan bumi, Allah menjadikan sangkakala (terompet) dan diserahkan kepada malaikat Isrofil, kemudian ia letakkan dimulutnya sambil melihat ke Arsy menantikan bilakah ia diperintah.
Saya bertanya : “Ya Rasulullah apakah sangkakala itu?”
Jawab Rasulullah : “Bagaikan tanduk dari cahaya.”
Saya tanya : “Bagaimana besarnya?”
Jawab Rasulullah : “Sangat besar bulatannya, demi Allah yang mengutusku sebagai Nabi, besar bulatannya itu seluas langit dan bumi, dan akan ditiup hingga tiga kali. Pertama : Nafkhatul faza’ (untuk menakutkan). Kedua : Nafkhatus sa’aq (untuk mematikan). Ketiga: Nafkhatul ba’ats (untuk menghidupkan kembali atau membangkitkan).”
Dalam hadits di atas disebutkan bahwa sangkakala atau terompet malaikat Isrofil itu bentuknya seperti tanduk dan terbuat dari cahaya. Ukuran bulatannya seluas langit dan bumi. Bentuk laksana tanduk mengingatkan kita pada terompet orang-orang jaman dahulu yang terbuat dari tanduk.
Kalimat seluas langit dan bumi dapat dipahami sebagai ukuran yang meliputi/mencakup seluruh wilayah langit (sebagai lambang alam tak nyata/ghoib) dan bumi (sebagai lambang alam nyata/syahadah). Atau dengan kata lain, bulatan terompet malaikat Isrofil itu melingkar membentang dari alam nyata hingga alam ghoib.
Jika keshohihan hadits di atas bisa dibuktikan dan data yang diperoleh lewat WMAP akurat dan bisa dipertanggungjawabkan maka bisa dipastikan bahwa kita ini bak rama-rama yang hidup di tengah-tengah kaldera gunung berapi paling aktif yang siap meletus kapan saja.
Dan Allah telah mengabarkan kedahsyatan terompet malaikat Isrofil itu dalam surah An Naml ayat 87 :
“Dan pada hari ketika terompet di tiup, maka terkejutlah semua yang di langit dan semua yang di bumi kecuali mereka yang di kehendaki Allah. Dan mereka semua datang menghadapNya dengan merendahkan diri.”
Makhluk langit saja bisa terkejut apalagi makhluk bumi yang notabene jauh lebih lemah dan lebih kecil. Pada sambungan hadits di atas ada sedikit preview tentang seperti apa keterkejutan dan ketakutan makhluk bumi kelak.
“Pada saat tergoncangnya bumi, manusia bagaikan orang mabuk sehingga ibu yang mengandung gugur kandungannya, yang menyusui lupa pada bayinya, anak-anak jadi beruban dan setan-setan berlarian.”
Ada sebuah pertanyaan yang menggelitik, jika terompetnya saja sebesar itu, lalu sebesar apa si peniupnya dan lebih dashsyat lagi, bagaimana dengan Sang Penciptanya? Allahu Akbar!
Wallahua’lam Bisshowa.
Sumber : alisaid.wordpress.com

Novel The Da Vinci Code Mengundang Kontroversi



NOVEL "The Da Vinci Code" benar-benar telah menimbulkan kontroversi. Fakta-fakta yang diangkat oleh novel karya Dan Brown dan kemudian dilayarlebarkan dalam bentuk film, VCD dan DVD dianggap membongkar dasar-dasar kepercayaan Kristen yang bertahan selama 2000 tahun. Sedemikian jauhnya mengeksplorasi hingga akhirnya dianggap telah melecehkan dan menghina Gereja.

Novel tersebut memang benar-benar menghebohkan dan menciptakan kontroversi yang tidak ada habis-habisnya. Novel itu sendiri, menurut BBCNews telah dicetak lebih dari 17 juta dan sekurangnya kini ada 10 buku yang ditulis oleh para teolog Kristen yang mencoba untuk menyanggah isi Novel tersebut. Banyak yang geram dengan novel karya Dan Brown tersebut, karena dianggap melecehkan Yesus, Vatikan, bahkan juga karya Leonardo Da Vinci sendiri.

Dalam daftar novel terlaris di Amerika Serikat, sejak diluncurkan pada 2003, Da Vinci Code terus menduduki peringkat teratas, dan memicu kontroversi hebat. Tidak ada sikap resmi dari Vatikan atas novel tersebut. Namun, pada pertengahan Maret 2005, Kardinal Bertone, orang nomor dua di departemen Kongregasi untuk Doktrin Keimanan Vatikan, menganjurkan agar toko buku Katolik memboikot novel tersebut.
Salah satu alasannya, demikian Bertone, novel itu merupakan kebohongan yang memalukan. Ia khawatir, banyak orang mempercayai kebohongan di dalamnya dan kemudian menganggapnya sebagai sebuah kebenaran. Begitulah. Da Vinci Code memang hanyalah sebuah karya fiksi, dan diakui terus terang oleh penulisnya sendiri, Dan Brown. Akan tetapi novel tersebut telah menggoncang kepercayaan dan tradisi kekristenan.
Tidak mengherankan, bahwa meski Da Vinci Code hanya sebuah novel, sebuah cerita fiksi, tetapi dihadapi dengan begitu serius oleh kalangan teolog Kristen. Novel yang dibaca oleh puluhan juta orang di dunia ini bagaimana pun termasuk luar biasa dan digarap dengan riset yang serius. Filmnya yang dibintangi oleh aktor Tom Hanks dan Audrey Tatou juga laku keras.
Sayangnya, film yang memakan biaya produksi US$ 125 juta ini ternyata tak mampu memuaskan para kritikus. Beberapa orang bahkan bersiul saat film selesai. Dua ribu orang yang menonton pemutaran film ini justru tertawa saat adegan penting. Beberapa kritikus juga menyebutkan bahwa film berdurasi 2,5 jam ini membingungkan bagi penonton yang belum sempat membaca bukunya.
Brown, novelis yang kini menetap di Inggris, mengklaim bahwa berbagai fakta sejarah seputar Jesus, Mary Magdalena, Opus Dei, The Priori of Sion, yang dipaparkan dalam novelnya adalah 100 persen benar. ”Semua deskripsi tentang karya seni, arsitektur, dokumen, dan ritual rahasia yang dipaparkan dalam novel ini adalah akurat,” tulis Brown dalam pembukaan novelnya.

Sementara itu, Dr. Darrell L. Bock, professor Perjanjian Baru di Dallas Theological Seminary, misalnya, tidak dapat menyembunyikan rasa geramnya, setelah membaca Novel tersebut. "The Da Vinci Code memang bukan sekedar novel fiksi biasa, tetapi sebuah novel yang diselubungi dengan klaim kebenaran historis dan kritik terhadap institusi dan kepercayaan agama Kristen. Ini sungguh membahayakan,” tukasnya.
Karena itulah, Bock kemudian tidak mau tinggal diam. Dia lantas mengerahkan kemampuannya untuk menulis bantahan terhadap novel ini. Melalui bukunya, Breaking the Da Vinci Code(Nashville: Nelson Books, 2004) Bock kemudian melakukan kajian historis untuk mengritik berbagai fakta sejarah yang disajikan dalam novel "The Da Vinci Code". Dan seperti juga novel yang dikritiknya, buku Bock ini juga laku keras !
Kritik Bock terhadap Da Vinci kemudian disusul dengan sejumlah kritik lainnya terhadap novel Dan Brown tersebut. Belum pernah ada dalam sejarah satu karya sastra yang mendapat tanggapan begitu intens seperti Da Vinci Code. Di berbagai belahan dunia, para penganut Kristen juga melakukan rally dan demonstrasi menentang novel, dan pada akhirnya film tersebut.

Mengapa Novel ini menjadi kontroversial ? Itu tidak lain, karena novel ini memaparkan fakta-fakta baru (dengan interpretasi baru) tentang Jesus yang membongkar dasar-dasar kepercayaan Kristen. Dalam Kristen, dogma pokok dan paling inti adalah kepercayaan tentang kebangkitan Jesus (resurrection). Bahwa, menurut mereka, setelah mati di tiang salib, Jesus bangkit pada hari ketiga untuk menebus dosa umat manusia.
Dalam Bible Perjanjian Baru disebutkan, bahwa saksi pertama kebangkitan Jesus – yang menyaksikan kuburan Jesus kosong – adalah seorang wanita bernama Maria Magdalena.
Jika dasar kepercayaan ini dibongkar, maka bisa dikatakan runtuhlah agama Kristen. Paul Young, dalam bukunya, Christianity, menulis, bahwa tanpa ‘resurrection’, maka tidak ada ‘kekristenan’. Ibarat potongan-potongan gambar (jigsaw), maka jika resurrection dibuang, jigsaw itu tidak akan membentuk apa yang disebut sebagai Christianity.

Sebenarnya gagasan Dan Brown bukanlah gagasan yang benar-benar baru dan orisinil. Tahun 1982, terbit buku Holy Blood, Holy Grail, yang bercerita tentang perkawinan Jesus dengan Mary Magdalena dan punya anak keturunan. Hanya saja, entah mengapa, buku tersebut tidak menimbulkan kontroversi sejauh apa yang terjadi pada Da Vinci Code. Tak heran bila ada yang menuduh Brown sebagai plagiator !
Sejak ratusan tahun lalu, perdebatan tentang Jesus memang tidak pernah berhenti.
Wacana tentang Jesus dalam dunia akademis memang sudah bertebaran. Kelebihan Brown adalah mampu mengangkat wacana itu ke dalam sebuah novel populer yang mampu menarik jutaan orang untuk membacanya. ”Ramuan yang tepat” antara fakta dan fiksi menjadikan novel ini memang punya potensi besar menggoncang kepercayaan kaum Kristen yang paling mendasar.
Apalagi, masyarakat Barat memang dikenal hobi dengan mitos dan legenda. Mereka tak henti-hentinya menciptakan berbagai fiksi dan mitos dalam kehidupan mereka: Superman, Batman, Spiderman, Rambo, dan sebagainya. Persis seperti nenek moyang mereka di zaman Yunani Kuno. Brown tampaknya paham benar bagaimana menggoncang kepercayaan masyarakatnya dan membangun kontroversi !

Sumber: isandri.blogspot.com